BPI untuk Siswa Medan

12 10 2008

Oleh Hadi Teguh Yudistira

Di kota besar belum menjadi jaminan terhadap penduduk Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat memperoleh penghasilan yang cukup untuk membiayai kehidupan keluarga. Hal ini terbukti di kota Jakarta , Medan dan kota besar yang lain.

Tanjung Sari merupakan salah satu daerah pinggiran kota Medan (sudah mendekati Kabupaten Deli Serdang). Di pasar 2 Tanjung Sari hidup sebuah keluarga yang kepala rumah tangganya memiliki pekerjaan menarik becak. Di keluarga ini di anugerahi anak yang bernama Beni Zulfikar yang diamanahi untuk sekolah di SMK Telkom. Diawali oleh ikutnya Beni dalam proses seleksi SMK Telkom yang mempunyai system pendidikan yang baik, dan ternyata Beni lulus dalam seleksi tersebut. Hal ini menjadi anugrah bagi keluarga Beni karena kedua orang tua Beni berharap Beni bisa mendapat keahlian dari SMK Telkom yang notabene sekolah yang siap memberikan segudang keahlian dalam dunia telekomunikasi. Tapi di posisi lain keluarga tersebut kebingunan untuk membiayai sekolah Beni yang setiap bulannya untuk membayar uang SPP sebesar sekitar Rp 400.000,-.

Read the rest of this entry »





Melangkah Bagi Generasi

2 07 2008

Barangkali, apa yang dilakukan Herman Wenas adalah sebuah cara yang unik untuk menggugah dunia dalam upaya membantu anak anak Indonesia yang kurang mampu untuk mendapatkan pedidikan yang layak. Tekadnya untuk memecahkan rekor dunia dengan berjalan kaki sejauh 40.000 km akan diselesaikannya dengan menjelajahi negara negara seperti Korea, Jepang, New Zealand, Kanada, USA, dan Eropa.

Di Korea, ia memulai perjalanannya dari Busan pada tanggal 27 Mei 2008 dan diakhiri di titik terakhir, KBRI Seoul pada tanggal 29 Juni 2008 dengan menempuh jarak 700 km. Dengan membawa spanduk dukungan yang berasal dari berbagai elemen masyarakat Indonesia dan Korea, ia berjalan menyusuri jalan negeri ginseng ini dibawah teriknya matahari tanpa kenal lelah. Tiba di KBRI Seoul pukul 17.00 Herman yang didampingi oleh para voluntir langsung disambut oleh Bapak Foster Gultom, Minister Counselor (Charge d’Affaires a.i) KBRI Seoul dengan penuh hangat.

Bapak Foster Gultom dalam sambutannya sangat berbangga terhadap usaha Herman dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Ia menambahkan, Herman yang seorang pengusaha, dimana kehidupannya sudah berkecukupan, mau bertualang demi cita citanya yang mulia. KBRI Seoul memberikan dukungan penuh terhadap apa yang dilakukan oleh pria berusia 39 tahun ini.

Read the rest of this entry »