Hasil Dialog PERPIKA dengan KBRI

27 02 2007

Pada tanggal 17 Februari 2007, PERPIKA bekerja sama dengan KBRI mengadakan acara kopi darat yang bisa dibilang sukses dalam pelaksanaannya. Terima kasih buat Panitia yang sudah bekerja keras dan juga rekan-rekan PERPIKA yang bersedia hadir.

Berikut sedikit hasil tanya jawab antara mahasiswa dan KBRI, mungkin dapat berguna terutama bagi rekan2 yang tidak dapat hadir.

1. Kerjasama pendidikan

PERPIKA:
Dengan semakin banyaknya mahasiswa Indonesia di universitas2 di Korea, perlu agaknya diusahakan sebuah antisipasi keberlangsungan dan kesinambungan masuknya mahasiswa Indonesia ke universitas yang bersangkutan sekaligus penjajakan kerjasama dengan institusi di Indonesia. Sejauh pengamatan selama ini, bentuk-bentuk kerjasama tersebut yang berbuah pada perekrutan mahasiswa Indonesia, penelitian bersama, pertukaran pelajar, dsb, baru dilakukan jika ada inisiatif dari pihak universitas Korea. Dalam rangka ini, perlu adanya sebuah agenda jangka panjang bersama antara segenap mahasiswa Indonesia, KBRI serta universitas di Indonesia untuk berinisiatif menawarkan kerjasama ke universitas-universitas di Korea dengan teknis pelaksanaan yang perlu didiskusikan.

KBRI:
Pada saat kunjungan Presiden Roh Moo Hyun ke Indonesia bulan Desember 2006 yang lalu, RoK dan RI telah menandatangani kesepakatan kerjasama yang disebut Joint Declaration on Strategic Partnership to Promote Friendship and Cooperation in 21st Century.
Dalam Joint Declaration tersebut RoK dan RI telah sepakat untuk mengadakan kerjasama di berbagai bidang, termasuk di antaranya adalah bidang pendidikan. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan pertukaran pelatihan-pelatihan, mendorong peningkatan pertukaran pelajar, dan juga kerjasama pendidikan yang lain. Dengan demikian, sudah pasti akan ada agenda jangka panjang untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut. Sebagai konsekuensinya, ada pengaruh yang besar terhadap kegiatan KBRI Seoul sebagai ujung tombak Pemerintah RI dalam pengimplementasian isi kesepakatan tersebut.
Dalam upaya meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan, selama ini KBRI berupaya mendorong Depdiknas agar membangun kerjasama secara formal dengan Kementerian Pendidikan Korsel. Hal ini dilakukan KBRI secara formal maupun informal, misalnya dalam pertemuan dengan delegasi Diknas atau pejabat tinggi terkait.
Sebagaimana kita ketahui bersama, kerjasama antar perguruan tinggi Indonesia dan Korsel dalam bentuk sister university berjalan dengan baik meskipun belum semuanya optimal. Namun semakin lama semakin terlihat bahwa minat untuk menjalin kerjasama antar perguruan tinggi tersebut makin besar. Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir terdapat kunjungan penjajagan dari perguruan tinggi terkait yang kemudian menghasilkan kesepakatan baru, antara lain MoU antara Universitas Padjajaran Bandung-Yongsan University Busan, Han Seo University-UGM Yogya, Dong Seo University-Universitas Pelita Harapan.
Mengamati kondisi saat ini, terlihat bahwa kerjasama yang terjalin lebih banyak dilakukan secara individu/antar perguruan tinggi. Oleh sebab itu, KBRI berusaha mendorong pembentukan kerjasama yang dituangkan dalam sebuah agreement antar kedua Kementrian Pendidikan kedua negara. Diharapkan agreement tersebut pada gilirannya dapat menjadi payung dari semua kesepakatan/MoU yang telah dibuat agar kerjasama-kerjasama tersebut menjadi lebih efektif.

2. Beasiswa graduate student

PERPIKA:
Pemberian dana beasiswa untuk mahasiswa di Korea terlalu berdasar kepada keperluan hidup standar. Keperluan sekunder untuk pendidikan seringkali tidak termasuk, seperti pembelian buku-buku kuliah, dll. Akomodasi untuk mahasiswa yang sudah berkeluarga sangat jarang diberikan, hanya universitas tertentu saja yang dapat memfasilitasi.

KBRI:
KBRI juga menaruh perhatian terhadap permasalahan ini. Sebenarnya pemberian dana beasiswa adalah murni hak pemerintah/pihak universitas dan KBRI tidak memiliki wewenang untuk ikut campur dalam hal ini. Meskipun demikian, dalam setiap kesempatan pertemuan dengan kalangan akademisi di Korsel, pihak KBRI selalu menyampaikan harapan agar diberikan kesempatan yang lebih banyak kepada pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Korsel namun belum menyinggung masalah kemungkinan penambahan jumlah dana beasiswa. Mungkin ini merupakan masukan bagi KBRI untuk dapat dikemukakan jika ada kesempatan.

3. Beasiswa untuk S1

PERPIKA:
Sampai saat ini, penawaran beasiswa untuk program S1 masih sangat minim, kendala terbesarnya kemungkinan masalah bahasa, dimana bahasa standar perkuliahan menggunakan bahasa Korea. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk penawaran beasiswa untuk program S1 dapat ditingkatkan.

KBRI:
Kita akui bahwa benar penawaran beasiswa untuk program S1 relatif sedikit, naum sejak tahun 2006 dalam pantauan KBRI diketahui terdapat peserta program S1 antara lain 2 orang di Underwood International College Yonsei University, 4 orang penerima beasiswa NIIED (National Institute for International Development), dan 6 orang di Dong Seo University. Mungkin kalau ada informasi lain mohon KBRI diberitahu.

4. Visa, Paspor, Fiskal, dan lapor diri

PERPIKA:
Mekanisme perubahan visa (dari pelajar ke pekerja), apakah tidak dapat dibantu oleh KBRI (sehingga yang bersangkutan tidak perlu kembali ke Indonesia). Bagaimana mekanisme perpanjangan paspor? Kewajiban lapor diri untuk pelajar Indonesia selaku warga Negara Indonesia dirasa memberatkan, dengan alasan kesulitan meluangkan waktu, terutama untuk mahasiswa yang berada di luar kota. Apakah memungkinkan jika dilakukan melalui pos? Apa persyaratan umum agar mahasiswa Indonesia mendapatkan pelayanan bebas fiskal?

KBRI:
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak Imigrasi Korea, bagi pelajar pada prinsipnya harus pulang ke negara asal dulu sebelum merubah status visa dari visa belajar menjadi visa bekerja.
Apabila mahasiswa ybs akan bekerja pada instansi Pemerintah Korea, perubahan bisa diajukan langsung ke kantor imigrasi di Korea dengan melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan universitas (bukan dari professor).
Tujuan lapor diri bagi WNI:

  • Mendapatkan perlindungan hukum dari perwakilan RI selama ybs berada di negara asing.
  • Mendapatkan penjelasan atau informasi berkaitan dengan WNI di luar negeri
  • Menyimpan data dan keterangan diri di Perwakilan untuk mendapatkan kemudahan apabila kehilangan paspor atau surat perjalanan lainnya.
  • Mendapatkan saran dan nasihat yang berkaitan dengan hukum negara setempat
  • Tidak Kehilangan kewarganegaraan
  • Bebas fiskal bagi pemegang paspor biasa (paspor hijau).
  • Agar KBRI mempunyai data pribadi WNI yang berada di wilayah akreditasi untuk memudahkan identifikasi apabila terjadi kehilangan paspor, kecelakaan atau musibah lainnya

Untuk application form lapor diri, bisa didownload dari website KBRI, lalu persyaratan dilengkapi dan semua berkas dikirim ke KBRI, lalu KBRI akan memprosesnya. Setelah selesai, dokumen akan dikirim kembali ke alamat ybs dan biaya pengiriman dibebankan kepada ybs.

5. Paspor Biru

PERPIKA:
Sejumlah anggota Perpika di Korea merupakan pemegang paspor biru (paspor dinas), yang apabila melakukan kunjungan ke tanah air (liburan) harus memiliki surat exit permit dari KBRI Seoul yang selanjutnya diurus di Deplu Jakarta sebagai dokumen yang harus dilampirkan saat akan kembali ke Korea. Proses pengurusan surat dimaksud membutuhkan waktu sekitar 1-2 hari.
Prosedur ini cukup merepotkan bagi anggota Perpika pemegang paspor biru banyak yang berasal dari luar Jakarta, yang jelas akan mengganggu jadwal kunjungan ke tanah air yang hanya akan dihabiskan bagi pengurusan exit permit di Deplu Jakarta. Apakah ada mekanisme lain yang lebih memudahkan sehingga tidak perlu membuang waktu 1-2 hari hanya untuk mengurus di Deplu Jakarta.

KBRI:
Sebagai PNS yang sedang menjalankan dinas belajar ke luar negeri, merupakan suatu kewajiban untuk mendapatkan ijin keluar negeri. Setiap kali ybs pulang baik untuk cuti atau penelitian/pengambilan data di Indonesia dan akan berangkat lagi untuk meneruskan dinas belajarnya, wajib mendapatkan ijin keluar negeri lagi. Ketentuan ini berlaku untuk semua PNS yang melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka dinas, yang dalam hal ini termasuk dalam rangka tugas belajar.

6. Anggaran KBRI

PERPIKA:
Apakah KBRI memiliki anggaran untuk mahasiswa? Apakah ada kemungkinan perkumpulan mahasiswa mendapatkan dana tambahan dari pemerintah Korea?

KBRI:
KBRI tidak memiliki anggaran khusus untuk mahasiswa, tapi untuk kegiatan yang sifatnya peningkatan citra Indonesia, mungkin KBRI dalam batas-batas tertentu dapat membantu. Namun bantuan tersebut tidak selamanya dalam bentuk nominal uang.
Mengenai kemungkinan untuk mendapatkan dana tambahan dari Pemerintah Korsel, setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda dalam hal pemberian bantuan untuk pelajar asing. Sebagai contoh, di Jerman ada peraturan yang memperbolehkan organisasi mahasiwa asing menerima bantuan dana dari Pemerintah Jerman c.q. Social Welfare namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain organisasi tersebut memiliki AD/ART, program konkret dalam 1 tahun, dll.
Namun tidak demikian halnya dengan di Korsel. Sepanjang pengetahuan kami, pemerintah Korsel memang tidak memberikan dana kepada organisasi asing, termasuk organisasi pelajar. Dalam hal dana untuk pemberian beasiswa, KBRI tidak bisa mengintervensi kebijakan instansi pemberi beasiswa.

7. Konsulat Jendral di Busan

PERPIKA:
Apakah ada kemungkinan dibukanya kembali Konsulat Jendral di Busan? Apakah memungkinkan apabila hal2 yang terkait dengan bidang konsuler (point 5) dapat dilakukan di Konsulat Jendral?

KBRI:
Untuk membuka sebuah perwakilan RI di luar negeri, termasuk dalam hal ini pembukaan konsulat, ada beberapa prosedur yang harus dilalui. Pembukaan Konsulat Jenderal RI di Busan masih dalam proses di Jakarta namun belum mendapatkan persetujuan dari Presiden.
Tentu saja jika KJRI Busan berdiri nantinya, semua permasalahan yang berhubungan dengan kekonsuleran dapat dilakukan di Busan.

8. Kegiatan sosial, budaya dan olah raga

PERPIKA:
Berkat dukungan keluarga besar KBRI Seoul, pada bulan Januari 2007, Perpika – KBRI Seoul telah sukses menyelenggarakan seminar mengenai kewirausahaan. Seusai acara dimaksud, Perpika memperoleh masukan dari rekan-rekan pekerja agar program sejenis bisa dilaksanakan secara berkesinambungan dan juga dilaksanakan di wilayah lain.
Mengingat respon yang besar dari rekan-rekan pekerja asal Indonesia, Perpika berharap KBRI Seoul bisa menjadi fasilitator dengan membantu dalam rangka mencari dukungan lebih lanjut bagi penyelenggaraan acara sejenis di masa mendatang, terutama dukungan dari institusi-institusi di tanah air (baik lembaga pemerintah maupun non-pemerintah). Diharapkan kelanjutan kegiatan sejenis tidak hanya sebatas diskursus selama seminar dimaksud, namun diharapkan dapat meraih level implementatif hingga bisa menumbuhkan wirausahawan baru di tanah air.
Kemudian terkait dengan kegiatan sosial, budaya, dan olah raga, dengan fasilitas yang dimiliki oleh pihak KBRI, apakah kegiatan bersama untuk segenap warga Indonesia dapat dilakukan?

KBRI:
KBRI sangat menyambut baik prakarsa PERPIKA untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bersifat menambah pengetahuan dan ketrampilan. Bantuan KBRI terhadap kegiatan yang diprakarsai oleh masyarakat/mahasiswa Indonesia terbatas sebagai fasilitator, mungkin KBRI dapat mempertimbangkan sesuai kemampuan saat itu.
Pada prinsipnya KBRI akan bersedia membantu sebagai fasilitator kegiatan yang Saudara maksud sepanjang rencana kegiatan yang disampaikan dalam rentang waktu yang cukup sehingga memberi kesempatan pada KBRI untuk menghubungi institusi terkait yang dikehendaki.
Mengenai kegiatan sosial budaya dan olahraga, pada prinsipnya KBRi tidak keberatan asalkan waktunya disesuaikan dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI sendiri. Untuk itu dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait di KBRI.

9. Akreditasi universitas di Korea

PERPIKA:
Apakah memungkinkan untuk mengetahui universitas mana saja di Korea ini yang sudah di akreditasi oleh pemerintah Indonesia? Langkah apa yang harus dilakukan, seandainya ijasah yang diterima dari univeristas di Korea ternyata tidak diakui oleh pemerintah Indonesia? Seandainya ijasah dari universitas Korea berbahasa Korea, apakah KBRI dapat memberikan layanan terjemahan disertai dengan legalisasinya?

KBRI:
Berdasar peraturan Depdiknas, semua ijazah perguruan tinggi di luar negeri bisa diakreditasi oleh Depdiknas (dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Dikti) selama memenuhi persyaratan, yaitu antara lain:

  1. Fotokopi Ijazah terakhir di Indonesia;
  2. Fotokopi Ijazah yang diperoleh dari luar negeri
    Ijazah yang tidak berbahasa Inggris, Belanda, Perancis, dan Jerman, harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disahkan oleh Kedutaan Besar Negara tempat belajar atau penterjemah resmi;
  3. Fotokopi Transcript of Records selama belajar di luar negeri;
  4. Fotokopi dari dokumen berikut:
    1. Penerima tugas belajar/biaya pemerintah: Fotokopi Surat Tugas Belajar dari SETKAB atau Instansi yang bersangkutan;
    2. Penerima tugas belajar/biaya PTS/Perusahaan: Fotokopi Paspor, Visa Student, dan Surat Perjanjian dengan PTS/Perusahaan;
    3. Belajar atas biaya sendiri: Fotokopi Paspor dan Visa Student selama belajar di luar negeri.
  5. Buku Katalog/Handbook/Vorlesungverzeichnis tentang kurikulum/program pendidikan yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi dalam bahasa Inggris;
  6. Thesis/Disertasi/Diplomarbeit/Abschlussarbeit/Laporan Tugas Akhir (dipinjam selama penilaian dan dapat diambil kembali setelah selesai);
  7. Pasfoto terbaru, ukuran 4 x 6, sebanyak 2 (dua) lembar.

Berdasar catatan yang kami peroleh dari DIKTI, sampai saat ini telah terdaftar 19 universitas di Korsel yang ijazahnya telah disetarakan oleh DIKTI, yaitu:
Ajou University, Asian Center for Theological Studies and Mission, Chungnam National University, Dongseo University, Hankuk University of Foreign Studies, Kosin University, Kyonggi University, Presbyterian College and Theological Seminary, Presbytarian School of Christian Education, Sejong University, Seoul National University, Seoul Women University, Yonsei University, Pukyong National University, Kyung Hee University, Korea University, TLBU, Korea Development Institute, dan Pusan University of Foreign Studies.
Meskipun demikian, banyak pula mahasiswa Indonesia alumni universitas di Korsel yang setelah lulus tidak melapor ke DIKTI. Oleh karena itu kami juga menghimbau agar setelah lulus kuliah dan kembali ke tanah air, seyogyanya para alumni juga mengurus akreditasi ijasah di DIKTI Depdiknas agar jika sewaktu-waktu diperlukan, akreditasi tersebut telah dimiliki.
KBRI tidak menyediakan layanan terjemahan, namun KBRI akan memberikan legalisasi ijasah. Setelah studi selesai, sebelum pulang ke Indonesia, disarankan agar mahasiswa meminta kepada pihak universitas untuk memberikan terjemahan bahasa inggris ijasah tersebut, kemudian dilegalisasi oleh universitas. KBRI dapat memberikan legalisasi setelah ada legalisasi dari universitas.

10. Pernikahan

PERPIKA:
Ada trend yang semakin lama semakin banyak terjadinya pernikahan antara warga Indonesia di Korea (baik pekerja dan pelajar) , dari beberapa informasi masih ada sedikit masalah dalam urusan legalisasi dari pernikahan tsb di Indonesia apa ada kebijakan KBRI untuk masalah ini?

KBRI:
Pernikahan dapat dilakukan di luar negeri. Sebelum melakukan pernikahan, wajib melaporkan terlebih dahulu ke KBRI dengan melampirkan persyaratan seperti yang dipersyaratkan di Indonesia, a.l. surat ijin orang tua, surat keterangan belum menikah/surat keputusan pengadilan apabila ybs pernah menikah dan telah bercerai. KBRI akan mengeluarkan surat keterangan bahwa ybs dapat melakukan pernikahan di luar negeri dan selanjutnya akta pernikahan akan dilegalisasi oleh KBRI untuk dapat di laporkan ke KUA/Catatan Sipil di Indonesia dalam jangka waktu 1 tahun.


Actions

Information

11 responses

3 03 2007
putri cindi

saya adalah siswi sekolah menengah yang lulus pada tahun 2006.saya ingin sekali mendapatkan beasiswa untuk study di universitas di korea selatan.tolong beritahu saya tentang informasi bagaimana mendapatkan beasiswa tersebut.dan juga syarat-syarat apa saja yang di perlukan untuk memperoleh beasiswa.

15 03 2007
aditya

saya adalah seorang sarjana S1 yang berminat melanjutkan studi di korea, beberapa hari yang lalu saya mendapat tawaran ke sang ji university di korea tepatnya deprt environmental engineering. yang ingin saya tanyakan bagaimana status akreditasinya di indonesia dan termasuk peringkat berapa di korsel?

13 06 2007
Margaret Sinta Uli

saya adalah mahasiswa SI Jurusan Akuntansi di Unversitas Tarumanagara saya berminat sekali untuk belajar bahasa korea. Karena itu sekarang saya sedang melanjutkan kuliah D3 jurusan bahasa korea di Universitas Nasional semester 2. Masa depan saya mau menjadi dosen bahasa korea tetapi saya mau melanjutkan kuliah di korea. Apakah saya bisa melanjutkan dari D3 jurusan bahasa Korea menjadi S1 bahasa korea di universitas Korea? Kalau tidak bisa jalan keluarnya bagaimana? saya dengar ada beasiswa untuk S2, apakah ada S2 bahasa korea? Di universitas Kyunghee apakah ada beasiswa S2 bahasa korea? atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

2 12 2007
Ea

apakah jurusan design di korea memiliki akreditas yg baik?
saya berminat untuk masuk ke design di korea (graphic etc)..
apakah jika masuk ke universitas dikorea harus memakai bahasa korea?
kira2 brp biaya uang pangkal disana dibandingkan dengan univ di indonesia? terimakasih

23 05 2008
d. hartady

kami dari engrowth BPPT ingin mencari mitra teman-teman yang bisa membantu mencarikan tenaga pengajar untuk bahasa korea di Center Vocational Education of Industrial and Manufacture.
bisa tidak teman2. di RERPIKA membantu untuk memberikan informasi kerjasama bagi kami.

1 11 2008
Rusdi

Bp. D. Hartady, ada hal yang mau saya tanyakan, apakah dari pihak Engrowth BPPT pernah dan masih mengadakan program menyalurkan tenaga kerja ke Korea dengan diberikan pelatihan terlebih dahulu ?
Lebih rinci nya pelatihan bahasa korea ditarik biaya 7.5 juta rupiah, kemudian pelatihan di BLK ditarik biaya 6 juta rupiah, kemudian selama masa pelatihan ada biaya ujian yang besarnya sekitar 2 juta rupiah, mohon konfirmasinya karena anak kami saat ini sedang mengikuti proses pelatihan tersebut, dan apakah yang bersangkutan dalam hal ini anak kami pasti akan mendapat pekerjaan di negara yang dimaksud ? dan jika gagal apa jaminan dari pihak Engrowth atas segala biaya yang telah & akan kami keluarkan. Kami akan sangat berterima kasih atas informasi yang diberikan bapak secepatnya.

29 05 2009
Yustia

saya sekarang sedang TA, insya Allah kalo ada kesempatan sy mau melanjutkan study sy ke korea. tolong bantu saya mencari universitas korea yg kira2 bisa sy daftar.. dan tolong berikan informasi yang lengkap..
terima kasih banyak..
감사합니다…
열심히액겟습니다..
(maaf kalo bahasa saya salah ^o^)

5 10 2010
Hikma (Aya)

saya lulusan pelajar smk. rencananya mau study ke korea. untuk perpika tolong berikan saya informasi tentang beasiswa yang ada di sana.Thax sebelumnya

18 09 2013
Kantor Pengacara Perceraian

Hey, I think your site might be having browser compatibility issues.
When I look at your blog site in Opera, it looks fine but when
opening in Internet Explorer, it has some overlapping. I just
wanted to give you a quick heads up! Other then that,
wonderful blog!

28 11 2013
kim kardashian

Hello there, I discovered your web site via Google while
looking for a similar matter, your site came up, it appears to be like good.

I’ve bookmarked it in my google bookmarks.
Hi there, just changed into alert to your weblog via Google, and found that it is truly informative.
I am gonna watch out for brussels. I will appreciate in the event you proceed this in future.
Many other folks will be benefited out of your writing.

Cheers!

3 03 2014
Chester

The secret to having a perfect body and being healthy isn’t in discovering
the best exercise for burning fat but in comprehending that weightloss and being fit depends on your determination and some small healthy way of life changes.

You will soon be heading off on your first adventure on the open road and greener
pastures. The bikers can simply stand on the front pegs and spin the rest of the bike around.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: